Kegiatan Kepramukaan Sebagai Dasar Pendidikan Leadership

Oleh: M. Kharis Majid

(Pembina Gugus Depan 20-073/20-074 MI Al-Hikmah Jonggol)

Saat ini bangsa Indonesia sangatlah memerlukan Pemimpin yang capatable. Tentunya sesosok pemimpin yang amanah dan dapat dipercaya. Bukan hanya pemimpin yang berkarakter, akan tetapi pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan serta bertaqwa kepada Alloh SWT, yang dapat menjadi teladan yang baik (ushwatun hasanah) bagi masyarakat. Menjadi seorang pemimpin disini tentunya tidaklah sangat mudah, akan tetapi perlu melalui proses yang begitu panjang. Proses inilah yang menjadi sorotan utama bagi seorang pendidik generasi penerus masa depan, generasi prima yang berilmu dan berakhlak mulia. Maka, peran pendidikan dibalik terbentuknya sebuah pribadi yang unggul tidak bisa dinafikkan lagi. Malalui jalur pendidikanlah kita semua kedepannya diharapkan mampu mempersiapkan generasi penerus yang unggul dan berakhlak mulia.

Pendidikan tidak hanya bisa didapat di ruang kelas, akan tetapi bisa juga didapat dari praktek di lapangan. Bahkan apabila ada seorang anak yang mondok di sebuah pondok pesantren, semua apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan di dalam pesantren itu adalah sebuah pendidikan. Disinilah kegiatan kepramukaan memiliki peran yang besar dalam membentuk pribadi yang unggul, yang siap menjadi pemimpin di masa depan. Maka tidaklah heran, kebanyakan dari aktifis pramuka di masa mudanya mereka menjadi pemimpin besar di masa depannya, minimal menjadi penggerak dalam setiap organisasi yang diikutinya.

Dalam kegiatan kepramukaan para peserta didik diajarkan untuk menjadi pribadi yang mandiri. Berdiri di atas kaki sendiri ini tertuangkan dalam setiap kegiatan perkemahan. Mereka dituntut untuk dapat hidup mandiri, yang mana pada awalnya mereka bergantung kepada kedua orang tua, ketika dalam perkemahan mereka dididik unutk menjadi pribadi yang Berdikari berdiri di atas kaki sendiri. bukan hanya itu, dalam kegiatan ini mereka juga harus bisa menjadi pribadi yang siap hidup dalam masyarakat sosial. Yang ada hanyalah kawan, tidak ada orang tua. Maka, secara tidak langsung mau tidak mau mereka harus siap berkehidupan sosial. Hal ini tentunya merupakan salah satu ciri dari seorang pemimpin yaitu pribadi yang mandiri, karena Pemimpin adalah teladan bagi setiap anggotanya.

Selain kemandirian, para peserta didik juga diajarkan bagaimana menjadi mandiri yang memiliki sifat sederhana. Kesedarhanaan ini tentunya dapat dilihat bagaimana kegiatan kepramukaan mengajari mereka untuk menjadi diri yang sederhana. Bagaimana tidak, cukup dengan alat yang sederhana, mereka dituntut untk bisa menjadikannya sebagai tempat tinggal, alat memasak serta menjadikan sesuatu yang apa adanya menjadi makanan yang luar biasa. Bukan hanya itu, bahkan dalam berpakaianpun mereka dituntut bagaimana caranya agar baju tersebut tetap digunakan walaupun dalam keadaan panas maupun dingin. Jiwa Kesederhaan inilah yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin.

Selain dari pada itu, dalam berpramuka juga diajarkan bagaimana menjadi pribadi yang memiliki keikhlasan yang tinggi. Seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa keikhlasan yang besar. Sebagai seorang pemimpin, dia harus rela berkorban untuk menjaga keutuhan serta kesatuan anggotanya. Rela berkorban ini lah yang selanjutnya menggambarkan kebesaran jiwa keikhlasan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Maka, sebenarnya tidaklah mudah untuk menjadi seorang pemimpin, karena tidak semua orang mampu dan mau untuk berkorban demi orang lain, sehingga pribadinya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Khoirun Nas Anfa’uhum linnas.

Lebih daripada itu, seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa kedisiplinan. Berdisiplin pada dasarnya merupakan sebuah langkah untuk menjadi yang lebih baik dari pada sebelumnya. Kedisiplinan ini sangatlah ditekankan dalam kegiatan kepramukaan. Bagi peserta didik yang tidak berdisiplin, maka dia akan tertinggal dari yang lainnya bahkan terpental dari pendidikan di pramuka atau bisa disebut juga dengan pendidikan di Kawah Condrodimuko. Maka, tidak ada tempat bagi anak yang bermalas-malasan dan tidak mau berdisiplin di Pramuka. Malas terdindas, lambat tertinggal, berhenti mati. Sehingga ketika terdapat suatu kelompok masyarakat yang mayoritas memiliki jiwa disiplin di dalamnya, pasti masyarakat tersebut seiring berjalannya waktu akan menjadi kelompok masyarakat yang maju, maju karena kedisiplinan. Tidak kemajuan tanpa ada kedisiplinan, dan tidak ada kedisiplinan tanpa ada ketauladanan.

Ketauladanan menjadi sorotan utama bagi setiap pemimpin. Dalam berpramuka, pemimpin yang tidak bisa menjadi tauladan pasti akan kehilangan kewibawaannya. Karena seorang pemimpin itu haruslah berada di garis terdepan dari pasukannya. Dia harus bisa memberikan contoh yang baik bagi setiap anggotanya, seperti seorang ayah dalam sebuah keluarga. Seorang pemimpin yang baik dia harus memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga dapat ditiru, yaitu kecerdasan Spiritual, Intellectual dan juga Emosional. Ketiga hal ini haruslah seimbang, sehingga sebagai seorang pemimpin dia dapat berfikir bijak dalam menentukan setiap kebijakannya untuk anggotanya.

Seorang pemimpin juga harus bisa menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Kedua hal ini tentunya sangat familiar di dalam pendidikan kepramukaan. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam menentukan nama satuan, menciptakan lagu yel, menghias tenda dan lain sebagainya. Bahkan dengan pakem-pakem kepramukaan yang ada mereka bisa berinovasi menjadikannya menjadi lebih menarik, lebih mudah dicerna bahkan menjadi menyenangkan. Maka kedua sifat ini pada dasarnya sangatlah diperlukan oleh seorang pemimpin, sehingga dalam memimpin suatu kelompok, dia dapat berfikir luas, tentunya setelah memiliki pengetahuan yang luas pula.

Dengan demikian, beberapa nilai-nilai yang ditanamkan di dalam kegiatan kepramukaan pada dasarnya merupakan dasar pendidikan untuk menjadi pemimpin yang tangguh. Jiwa-jiwa seperti keikhlasan, kemandirian, kesederhanaan, disiplin dan siap menjadi teladan yang baik inilah yang selalu ditanamkan dalam setiap kegiatan kepramukaan. Maka, dengan berpramuka setiap peserta didik diharapkan mampu menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, mencintai alam dan kasih sayang sesama manusia (ukhuwah), menjadi patriot yang sopan yang memiliki jiwa ksatria, menjadi pribadi yang patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah dalam menghadapai segala cobaan, memiliki jiwa rajin, terampil dan juga mampu mengkondisikan hatinya agar selalu dalam kondisi bahagia, Hemat, cermat dan bersahaja, mampu berdisiplin, berani dan setia, bertanggungjawab dan dapat dipercaya, serta memiliki pikiran, perkataan dan perbutan yang suci. Seperti yang tertuang dalam dasa dharma. Dengan demikian, orang yang benar-benar memiliki jiwa kepramukaan yang besar sudah semestinya siap menjadi seorang pemimpin. Siap dipimpin dan siap untuk menjadi pemimpin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.